SELAMAT DATANG DI GALERI PUBLIK! Jl. Diponegoro no.9, Menteng, Jakarta Pusat email: Galeripublik@globaljust.org Latar Belakang “Seni Yang mengandung hal yang buruk dan tak bermoral bagi manusia meskipun indah, harus ditolak !” demikian seorang Plato berkesimpulan. Hal ini lebih ditajamkan ketika berbenturan dengan realitas sosial seperti yang tercermin pada statement dari Picasso dimasa represi rezim fasis di Spanyol: “ Lukisan diciptakan bukan untuk hiasan apartemen semata, namun senjata untuk bertahan dan melawan”. Maka dengan demikian seni yang yang mementingkan aspek intrinsiknya semata, yaitu seni untuk eksplorasi dari keindahan seni itu sendiri adalah tiada bermanfaat dan berbahaya ketika seni hanya membuai kesadaran masyarakat kepuncak pembebasan namun hanya dalam dunia ide ketika situasi sosial mengharapkan fungsi seni untuk membebaskan dari ketertindasan. Aspek ekstrinsik dari senilah yang sebaiknya diprioritaskan dalam berkesenian. Hal ini berarti seni yang mementingkan nilai pengalaman sehari-hari dari keterlibatan sang seniman dengan realitas sosial lingkungan hidupnyalah yang akan memfungsikan seni demi kemuliaan kemanusiaan. Semenjak era sejarah masyarakat dunia sedang dan semakin nyata memiliki kesadaran global dengan terus mendesaknya perdagangan bebas dan globalisasi budaya searah maka terbentuk sebuah kondisi dimana harus ada sebuah wadah, atau tempat yang dapat menjadi ruang bagi resistensi bagi arus deras dari satu arah. Tujuan: Membuka ruang alternatif bagi ruang publik yang semakin menyempit terutama di kota Jakarta untuk berkarya, mengapresiasi dan bersikap dalam seni dan budaya di era globalisasi saat ini. Konsep Galeri: Galeri, berasal dari kata latin: galleria, sebuah kata benda yang bermakna “ sebuah ruang terbuka tanpa pintu yang dibatasi dinding berbentuk U dan disangga tiang-tiang kantilever yang berfungsi sebagai ruang pertemuan umum untuk berdiskusi apa saja”. Kami mengambil ide galeri, sebagai ruang untuk kepentingan publik menyampaikan berbagai permasalahan globalisasi, yang dapat dituangkan ke dalam berbagai media ekspresi, apakah melalui diskusi dan dialog publik, pameran dan pertunjukan seni, maupun pemutaran film. Galeri Publik merupakan wahana ekspresi bagi diwujudkannya keadilan global secara luas. Dewan penasehat Abdurrahman wahid Dolorosa Sinaga Sardono W. Kusumo Slamet Rahardjo Dawam Rahardjo Franky Sahilatua Marco Kusumawijaya Djaja Suprana Max Lane Institusi Pendiri: Institute for Global Justice Direktur Eksekutif: Bonnie Setiawan Koordinator: Revitriyoso Husodo Humas: Widi Astuti Volunteer: Irma, Tejo Priyono, Ambar, Reno Fanama Terbitan: PUBLIK, publikasi seni budaya 2 bulanan Kegiatan: Pameran seni rupa, diskusi seni budaya, pemutaran film, kegiatan sastra, teater, workshop, penerbitan buku dan buletin. Yang telah dilaksanakan: * Pameran Photography: “The Art of Resistance” , Juli 2006 * Pemberian Penghargaan keadilan Global 2006, Agustus 2006 * Festival film Globalisasi (Bersama CCF), November 2006 * Bedah buku "Kembang-Kembang Genjer" Februari 2007
Menggugah dan Menggugat 1908-2008 MENGGUGAT 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL / Galeri publik, IGJ/ 30 Mei 2008 Satuan waktu yang menyebut 100 tahun untuk mengingatkan kepada kita bahwa kesadaran untuk membentuk sebuah komunitas bernama Indonesia... more
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
MENGGUGAT 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL / Galeri publik, IGJ/ 30 Mei 2008 Satuan waktu yang menyebut 100 tahun untuk mengingatkan kepada kita bahwa kesadaran untuk membentuk sebuah komunitas bernama Indonesia... 

